Pages

Jumat, 17 Juni 2011

Materi BK di SMK Bahari Tegal


NAMA              : KARYOTO,S.Pd
JABATAN        : - GURU BIMBINGAN DAN KONSELING
-   PELATIH EKSTRAKURIKULER PENCAK   
                            SILAT PSHT


MATERI BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMK

MEMILIH JENIS PEKERJAAN SESUAI DENGAN TIPE DIRI

Materi ini menguraikan tentang berbagai jenis minat dan tipe diri seseorang dihubungkan dengan jenis-jenis pekerjaan. Materi ini penting dipahami untuk mengetahui bagaimana minat dan tipe diri kita apakah sesuai dengan jenis pekerjaan yang kita harapkan atau penting bagi kita untuk menentukan jenis pekerjaan yang sesuai dengan minat dan tipe diri kita. Selamat membaca …. !

Dambaan banyak orang mendapatkan pekerjaan ideal yang membuat pelakunya merasa nyaman dan bersemangat menjalaninya, tidak sekedar berangkat kerja, menyelesaikan tugas, dan menunggu tanggal gajian datang. Untuk mendapatkan pekerjaan seperti ini, sebaiknya Anda mempersiapkan diri sejak awal Anda memilih jurusan ketika kuliah. Namun jika Anda sudah terlanjur memilihsatu jurusan pendidikan, tetapi susah mendapat kerja yang sesuai dengan pendidikan Anda tersebut, Anda bisa memutar haluan dengan membidik jenis pekerjaan lain yang disesuaikan dengan minat atau tipe Anda.
Pada banyak kasus, orang yang bekerja di bidang yang sesuai dengan tipe diri umumnya lebih sukses menjalani karirnya dibandingkan dengan yang tidak. Pasalnya, kesesuaian tersebut akan membuat orang lebih mencintai pekerjaannya untuk bekerja lebih giat. Untuk itu, mulailah menggali potensi untuk menemukan minat dan tipe yang ada di dalam diri Anda.

1.   Memilih Jenis Pekerjaan Sesuai dengan Minat

      Sedikitnya ada tiga pilihan dasar minat pada diri manusia sesuai dengan pilihan pekerjaan..
      a.   Minat pada Ide
            Jika Anda termasuk orang yang selalu ingin tahu, kreatif, atau senang mengeksploitasi ide-ide baru, bidang pekerjaan yang bisa membuat Anda yang memiliki minat pada bidang ini bisa melamar pekerjaan di bidang penulisan, sains, pengobatan, atau bidang artistik seperti desain interior.
b.      Minat pada Orang
Jika Anda termasuk orang yang senang bertemu dengan orang baru, mudah bergaul dan beradaptasi, senang bepergian ke tempat baru, serta berjiwa sosial tinggi, dipastikan Anda tidak akan betah bekerja di dalam kantor serta berkutat dengan komputer dan dokumen-dokumen. Jenis pekerjaan yang bisa Anda pilih adalah pekerjaan yang mengingkinkan Anda bertemu dengan banyak orang setiap hari, misalnya marketing atau konsultan.
c.       Minat pada Benda
Jika Anda termasuk orang yang teratur, rapi, dan senang mengerjakan sesuatu dengan terencana, tetapi tidak begitu senang bertemu dengan orang, dipastikan Anda akan cocok bekerja di bidang pekerjaan yang memerlukan ketelitian tinggi dan sesuai dengan minat ini adalah pekerjaan di belakang meja, seperti administasi, akutansi, atau keuangan.

    Setelah Anda merasa cocok dengan salah satu minat di atas, mulailah membuat daftar jenis pekerjaan yang sesuai. Perlu diingat, sebaiknya jangan hanya menetapkan satu jenis pekerjaan yang Anda inginkan, sehingga jika Anda gagal di satu bidang, Anda masih memiliki alternatif bidang pekerjaan lain. Setelah itu, segeralah mencari lowongan, membuat lamaran kerja, curriculum vitae, resume, dan segera mengirimkannya ke perpustakaan yang dituju.

2.   Memilih Jenis Pekerjaan Sesuai dengan Tipe Diri

      John Holland membagi tipe manusia dibedakan menjadi enam kepribadian.
      a.   Tipe Realistis
            Orang yang bertipe realistis cenderung memiliki keahlian bekerja dengan mesin atau peralatan mekanik, serta umumnya menghindari pekerjaan yang berhubungan aktivitas sosial seperti mengajar, penyembuhan, atau penyuluhan. Biasanya orang dengan tipe ini menilai diri sebagai pribadi yang praktis, mekanis, dan realistis. Jika Anda termasuk dalam tipe ini, bekerja sebagai engineer atau pilot bisa menjadi pilihan.
b.      Tipe Inverstigatif
Tipe invertigatif merupakan tipe orang yang gema dan pandai dalam memecahkan masalah, tetapi umumnya menghindari pekerjaan yang sifatnya memimpin, menjual gagasan, atau mempengaruhi orang. Biasanya, orang dengan tipe ini menilai dirinya sebagai pribadi yang presisi, scientific, dan intelektual. Jika Anda termasuk tipe ini, bekerja sebagai ahli kimia, dokter gigi, psikiater atau psikolog dan ahli matematika bisa menjadi pilihan.
c.       Tipe Artistik
Suka melakukan aktivitas seni, drama, keterampilan tangan, menulis sastra, tetapi menghindari aktivitas yang rutin, berulang, atau pekerjaan yang sifatnya highly ordered merupakan ciri orang yang bertipe diri artistik. Biasanya, orang dengan tipe ini menilai diri sebagai pribadi yang ekspresif, orisinal, dan independen. Jika Anda termasuk tipe ini, bekerja sebagai desainer pakaian, penari, kompuser, editor buku, dan desain grafis bisa menjadi pilihan.
d.      Tipe Sosial
Tipe ini merupakan kebalikan dari tipe realistik. Orang dengan tipe sosial cenderung suka menolong sesama, serta pandai melakukan kegiatan seperti mengajar, menyembuhkan, menyuluh, merawat, atau memberi infomrasi, tetapi menghindari pekerjaan yang berhubungan dengan mesin dan peralatan mekanik. Biasanya, orang dengan tipe ini, bekerja sebagai guru, penari, konselor, perawat, atau pekerja sosial.
e.       Tipe Usahawan
Tipe ini berlawanan dengan tipe investigatif, orang dengan tipe enterprising justru suka memimpin, mempengaruhi orang lain, dan menjual gagasan, tetapi menghindari pekerjaan yang menbutuhkan observasi mendalam dan pemikiran analitis. Tipe ini melihat dirinya sebagai pribadi yang enerjik, ambisius dan bisa bersosialisasi. Biasanya orang dengan tipe ini menilai dirinya sebagai pribadi yang enerjik, ambisius, dan bisa bersosialisasi dengan berbagai sales, pengacara, atau hakim bisa menjadi pilihan.
      f.    Tipe Konvensional
            Tipe konvensional merupakan tipe yang terdapat di dalam diri orang yang suka bekerja dengan angka, berkas-berkas, dan segala pekerjaan yang serba teratur, tetapi menghindari aktivitas yang tidak terstruktur dan ”tidak jelas”. Biasanya, orang dengan tipe ini menilai dirinya sebagai pribadi yang enerjik, ambisius, dan bisa bersosialisasi dengan berbagai kalangan. Jika Anda termasuk tipe ini, bekerja sebagai sales, pengacara, atau hakim bisa menjadi pilihan.


















MERENCANAKAN PEMILIHAN KARIR

Pemilihan karir merupakan hal penting dalam pengambilan keputusan karir. Pemilihan karir diperlukan pemahaman yang utuh tentang potensi diri dan perlunya dikembangkan secara optimal dalam pengembangan karir. Materi ini berisi uraian tentang proses pemilihan karir untuk menemukan dan mengembangkan potensi diri melalui ”Daur Aktualisasi Diri”.
Materi ini penting bagi Anda, terutama sebagai bahan dalam pemilihan karir.
Selamat membaca …. !


Dalam proses pemilihan karir, pengenalan diri merupakan hal yang sangat penting. Pengenalan diri mencakup pengenalan s
egala potensi sebagai kekuatan, energi, atau kemampuan yang terpendam yang dimiliki dan belum dimanfaatkan secara optimal.
Dalam proses pemilihan karir, potensi diri tidak hanya perlu dikenali, tapi juga dikembangkan agar dapat teraktualisasi secara
optimal. Diagram berikut menggambarkan strategi untuk menemukan dan mengembangkan potensi diri dengan
Daur Aktualisasi Potensi”  :

1. Temukan -  Kenali Potensi Diri

Potensi diri adalah segala sesuatu yang ada dalam diri manusia. Pada dasarnya manusia memiliki potensi yang berbeda karena
setiap individu bersifat unik. Potensi diri, jika diasah dengan baik akan sangat menunjang kesuksesan hidup. Pengenalan
potensi diri dapat dilakukan dengan mengenali kekuatan dan kelemahan yang dimiliki.

Latihan : Mengenal Kekuatan dan Kelemahan Diri
Nama Kegiatan         :       Jendela BAHARI
Tujuan                     :       Mengenali kekuatan dan kelemahan diri dan memiliki       pAndangan positif terhadap diri
Alat                         :       Format Jendela BAHARI dan alat tulis
Langkah – langkah :
1.  Ketiklah format isian “jendela johari”.
2.  Isi nama, dan tuliskan kekuatan dan kelemahan diri di baris pertama (persepsi diri) .
3.  Kirim format yang telah Anda isi tersebut pada salah satu teman Anda melalui email dan mintalah untuk memberikan
     pendapat tentang kekuatan dan kelemahan Anda pada baris kedua (persepsi sosial) dan mintalah untuk mengirim
     kembali pada alamat email Anda. Kirimkan lagi email tersebut pada teman Anda yang lain dan mintalah pendapat
     seperti teman Anda yang pertama. Demikian seterusnya sampai terkirim pada 4-6 teman Anda.
4.  Setelah menerima format Anda kembali, arahkan untuk melihat kekuatan dan kelemahan diri dan membandingkannya
     dengan pendapat temannya. Lalu buatlah “pernyataan hidup” di baris ketiga (aku ingin menjadi…)
Format Jendela Johari :
Nam           : _______________________
Aku
Kelebihan
Kekurangan
Menurut aku sendiri
(identifikasi diri)


Menurut Teman
(persepsi sosial)


Aku ingin menjadi
(diri ideal)


Refleksi:
1.  Bagaimana perasaan Anda ketika melaksanakan aktivitas tersebut?
................................................................................................................................................................................
2.  Apa kesulitan yang kamu hadapi ketika mengisi baris pertama?
...............................................................................................................................................................................
3.  Bagaimana perasaaanmu ketika menerima pendapat dari teman-temanmu?
...............................................................................................................................................................................
4.  Adakah kesulitan yang kamu hadapi ketika menuliskan “pernyataan hidup” di baris ketiga?
...............................................................................................................................................................................

2.   Ciptakan Visi dan  Tujuan Hidup

Visi berasal dari keinginan yang paling kuat dalam diri seseorang untuk meraih sesuatu yang benar-benar diinginkan lebih dari
apapun. Visi mencakup semua aspek penting dalam kehidupan yang tidak dapat digantikannya oleh apapun.
Tujuan (goals) dalam hal ini adalah penjelasan dari visi dalam bentuk yang lebih kecil dan sederhana sehingga mudah untuk
dilakukan dan diwujudkan untuk meraih visi.
Berikut latihan yang dapat dilakukan dalam menciptakan visi dan tujuan hidup.
Latihan  : Menciptakan Vi
VISI HIDUP SAYA
Saya (nama)………………………………. sudah……………................................................................
Paling lambat pada usia ……………….....…  atau tahun ……....................……………………………........
Supaya.....................................................................................................................

Tanggal, bulan, tahun sekarang.

Tanda tangan ________________

Nama lengkap _______________

Latihan  : Menentukan Tujuan Hidup
  1. Kamu ingin menjadi apa?
  • Ingin menjadi ahli apa?
  • Ingin punya identitas apa?
  • Ingin diingat sebagai siapa?

2.  Apa yang kamu suka lakukan?
  • Kegiatan apa yang memberi kamu kepuasan?
  • Apa saja hobi kamu?

3. Sinkronisasikan antara Potensi Diri dengan Visi dan Tujuan yang Dibuat

Pada tahap ini, siswa melihat kembali hasil latihan yang telah dilakukan yang berupa minat karir (dalam tes kunci karir),
kekuatan dan kelemahan (dalam jendela johari) serta visi dan tujuan hidup. Kemudian fasilitator membimbing siswa
untuk menyelaraskan ketiganya, sehingga diperoleh titik temu yang tepat untuk menentukan pilihan karir.

4.  Tentukan Pilihan yang Tercipta dari Sinkronisasi

Setelah siswa melakukan proses pensinkronisasian antara minat, kekuatan dan kelemahan, visi dan tujuan hidup.
Selanjutnya, tentukan profesi yang tepat yang sesuai dengan pensinkronisasian potensi siswa.

5.   Rencanakan Strategi yang Tepat untuk Mewujudkan Apa yang Telah Ditentukan    Sebelumnya

Pada langkah ini fasilitator menuntun siswa untuk merencanakan strategi untuk meraih masa depan dimana siswa
sebelumnya telah menentukan visi, tujuan, dan karir yang diinginkan. Berikut latihan yang dapat dilakukan untuk
membuat strategi perencanaan:
Latihan :  Membuat Profil Diri
Saya,
Nama                : ...........................
Umur                : ..........................
Jenis kelamin    : ..........................
Agama              : ...........................
Hobi                 : ..........................

Yang saya sukai: ........................................................................................
........................................................................................
Keterampilan yang saya miliki: ...........................................
........................................................................................
Pengetahuan yang saya miliki:.............................................
.........................................................................................
Pekerjaan yang saya pilih :
...........................................................
...........................................................
...........................................................
...........................................................
Pendapat orang lain mengenai pekerjaan yang saya pilih:
Keluarga :
-     Ayah  : ........................................................................
-     Ibu     : .......................................................................
-     Kakak: ........................................................................
-     Adik   : ........................................................................
Kerabat lain : ......................................................................
-         Guru pembimbing : ...................................................
-         Wali Kelas : ..............................................................
-         Teman sekolah : .......................................................
-         Teman lain : .............................................................
Kesempatan yang saya dapatkan : ...........................................................
...........................................................
...........................................................
Keterbatasan yang saya miliki : ............................................
.........................................................................................
.........................................................................................
.........................................................................................
Kolom isian di atas tidaklah baku, kolom tersebut dapat kamu rubah atau sesuaikan sendiri dengan kebutuhan kamu.

6. Wujudkan yang Telah Direncanakan

Mengutip perkataan Anthony Robbins bahwa sudah banyak dalam kehidupan ini orang yang mengetahui apa yang harus
diperbuat, tetapi tidak banyak yang benar-benar melaksanakan apa yang mereka ketahui. Mengetahui saja tidak cukup!
Harus mengambil tindakan. Oleh karenanya, segera bangun dari mimpi. Bertindak dan wujudkan segera!

7. Kembangkan Potensi Diri Setelah Teraktualisasikan

Kembangkan pengetahuan dan skills Anda. Ini berfungsi untuk mengembangkan potensi yang telah diwujudkan.
Berikut langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan dalam memperluas cakrawala potensi diri.

a.  Jadilah diri sendiri
Lakukan sesuai dengan tipe gaya Anda yang dimiliki. Karena kita dapat berkembang lebih baik jika menggunakan pendekatan
potensi yang ada pada diri.
b.  Kumpulkan referensi dan informasi
Pelajari semua hal yang berhubungan dengan bidang yang Anda minati, buka mata serta buka telinga lebar-lebar guna
menyerap informasi dari mana pun asalnya. Anda pasti akan membutuhkan informasi itu, walaupun saat ini Anda
tidak akan pernah tahu kapan waktunya bahan-bahan dan referensi yang dikumpulkan itu berguna bagi Anda.
c.  Temukan Pemandu/ Pelatih
Carilah pemandu yang menurut Anda asyik untuk diajak kerja sama dan berdiskusi mengenai bidang yang ditekuni.
Pemandu tersebut diharapkan mampu memotivasi dan membimbing terhadap apa yang telah dan akan Anda dilakukan.
d.  Pelajari kehidupan orang lain
Ambil beberapa tokoh yang bisa Anda jadikan model dalam perjalanan profesi. Tokoh yang Anda pelajari tidak hanya
terbatas pada yang berhasil dan sukses saja. melainkan juga pada tokoh yang gagal dalam meraih apa yang diinginkan.
Manfaatkan berbagai kesempatan yang datang sebagai saat untuk mengembangkan potensi dan mungkin
mengantarkan Anda pada tujuan yang ingin dicapai
e.  Perluas jaringan (networking)
Sehebat apapun Anda, jika tidak memiliki jaringan yang solid dan kokoh, Anda akan terhempas oleh persaingan
yang begitu ketat. Salah satu bentuk jaringan yang bisa digunakan adalah komunitas.
f.  Evaluasi
Lakukanlah evaluasi secara terus-menerus dan sesuai kebutuhan terhadap langkah-langkah yang telah ditempuh.
sekiranya diperlukan perubahan, jangan ragu untuk melakukannya.

8  Optimalkan Potensi Diri yang Telah Dikembangkan

Yang dimaksud optimalisasi dalam hal ini lebih bersifat mental dan sikap. Disebut optimal karena mental dan sikap i
tulah yang dapat membuat potensi diri Anda menjadi optimal. Diperlukan optimalisasi potensi agar mencapai pengeksistensian
diri dan pemaknaan hidup melalui potensi.

9. Setelah itu – Tindak lanjut

Untuk menunjang pencapaian keinginan, jangan hanya mengAndalkan kombinasi potensi diri utama saja. Gunakan kombinasi
potensi yang lain dengan mengombinasikan potensi yang sebelumnya telah digunakan.


2 komentar:

Education mengatakan...

hallo bro...

christyando mengatakan...

simpel dan praktis buat guru pembimbing yang pemula bos, thanks atas karyanya semoga sukses guru BP dan kemajauan pendidikan di indonesia. salam dari papua serui motto : menyelesakan masalah tanpa masalah.

Poskan Komentar